1.
Landasan
Teori
1.a LED
1.b Pengertian LED
LED
atau singkatan dari Light Emitting Diode adalah salah satu komponen elektronik
yang tidak asing lagi di kehidupan manusia saat ini. LED saat ini sudah banyak
dipakai, seperti untuk penggunaan lampu permainan anak-anak, untuk rambu-rambu
lalu lintas, lampu indikator peralatan elektronik hingga ke industri, untuk
lampu emergency, proyektor, LCD, dan berbagai perangkat elektronik lainnya. LED ini banyak digunakan karena komsumsi
daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar, Pada dasarnya LED itu merupakan komponen elektronika yang terbuat dari
bahan semi konduktor jenis dioda yang mampu memencarkan cahaya.
LED merupakan
produk temuan lain setelah dioda. Untuk mendapatkna emisi cahaya pada
semikonduktor, doping yang pakai adalah galium, arsenic dan phosporus. Jenis
doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula. Keunggulan
dari LED antara lain konsumsi
listrik rendah, tersedia dalam berbagai warna, murah dan umur panjang.
Keunggulannya ini membuat LED digunakan secara luas sebagai lampu indikator
pada peralatan elektronik. Namun LED punya kelemahan, yaitu intensitas cahaya
(Lumen) yang dihasilkannya termasuk kecil. Kelemahan ini membatasi LED untuk
digunakan sebagai lampu penerangan.
1.c Cara Kerja LED :
Karena LED adalah salah satu
jenis dioda maka LED memiliki 2 kutub yaitu anoda dan katoda. Dalam hal
ini LED akan menyala bila ada arus listrik mengalir dari anoda menuju
katoda. Pemasangan kutub LED tidak boleh terebalik karena apabila terbalik
kutubnya maka LED tersebut tidak akan menyala. Led memiliki karakteristik
berbeda-beda menurut warna yang dihasilkan. Semakin tinggi arus yang mengalir
pada led maka semakin terang pula cahaya yang dihasilkan, namun perlu diperhatikan
bahwa besarnya arus yang diperbolehkan 10mA-20mA dan pada tegangan 1,6V –
3,5 V menurut karakter warna yang dihasilkan. Apabila arus yang mengalir
lebih dari 20mA maka led akan terbakar. Untuk menjaga agar LED tidak terbakar
perlu kita gunakan resistor sebagai penghambat arus.
1.d Charger Handphone
Charger merupakan perangkat yang
berfungsi sebagai pengisi ulang tenaga batre handphone, Cara kerja dari pengisi baterai ini adalah dengan memutuskan arus yang
melewati suatu kumparan. Pada saat arus yang melalui kumparan diputuskan akan
terjadi induksi balik yang mempunyai voltase lebih besar dengan arus yang lebih
kecil. dengan
menggunakan berbagai macam komponen didalamnya,charger tersebut mampu mengubah
tegangan AC menjadi DC sehingga batre handphone kita yang kosong dapat diisi
ulang.
1.e Kombinasi Keduanya
Dalam komponen charger selain
ada dioda penyearah,trafo,elco,dan resistor,
komponen led juga sudah menjadi komponen yang penting bagi sebagian charger,
dengan fungsi led disana adalah sebagai lampu indikator apakah charger itu
mengisi batre,apakah batre yang dicharg sudah terisi penuh atau belum, hal
seperti itu dapat kita ketahui dengan melihat lampu indikator itu nyala atau
mati.
2. Pegukuran LED pada charger menggunakan AVO meter
Ø Langkah
pertama adalah membuka charger dari casingnya.
Ø Amati
jalur kaki led manakah kaki led yang positif dan yang negative.
Ø Nyalakan
AVo meter dan posisikan swich avo pada nilai 2.5 DCV.
Ø letakan
probe merah (+) dan probe hitam (-) pada kaki led dengan posisi kaki led
positif dihubungakan dengan probe merah pada avio dan kaki led negative dihubungkan
dengan probe hitam pada avo.
Ø Amati
pergerakan jarum pada display avo sehingga menunjukkan pada suatu nilai.
Ø Lakukan
pengamatan tersebut sebanyak 20x untuk mendapatkan data yang diinginkan.
Ø Setelah
pengamatan selesai, maka hasil pengukuran led didapat sebagai berikut:
Pengamatan
ke-
|
Nilai
yang didapat
|
Pengamatan
ke-
|
Nilai
yang didapat
|
1
|
1,56
|
11
|
1,56
|
2
|
1,56
|
12
|
1,56
|
3
|
1,56
|
13
|
1,56
|
4
|
1,56
|
14
|
1,56
|
5
|
1,55
|
15
|
1,56
|
6
|
1,56
|
16
|
1,56
|
7
|
1,56
|
17
|
1,56
|
8
|
1,56
|
18
|
1,56
|
9
|
1,56
|
19
|
1,56
|
10
|
1,53
|
20
|
1,56
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar